Mati Bunuh Diri

27 Oct 2009

Zaenal Bunuh Diri, Loncat dari Lantai 6 Pasar Baru
Minggu, 25 Oktober 2009 , 17:50:00

BANDUNG, (PRLM).- Ratusan pengunjung Pasar Baru Trade Center, Jln. Otista Kota Bandung, dikejutkan dengan aksi bunuh diri Zaenal (36), Minggu (25/10) siang. Zaenal diduga meloncat dari lantai enam bangunan itu dan mendarat di trotoar depan Pasar Baru.
Zaenal tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Sebagian tubuhnya masuk ke kolong mobil Toyota Kijang Krista AB 1808 EZ yang diparkir dekat TKP.
Tubuh korban lebih dulu menghantam genting di lantai 5 sebelum akhirnya mendarat di trotoar. Tubuh korban juga sempat mengenai pedagang asongan yang sedang berjualan. Aksi nekad warga Jatihandap Timur itu, sontak menjadi perhatian pengunjung Pasar Baru yang memang sedang ramai
Seorang saksi, Anto (23), mengatakan, beberapa menit sebelum kejadian, ia melihat korban sedang menjebol ventilator di lantai enam. "Waktu itu jam satu kurang. Korban sudah jongkok di atas lantai enam dekat ventilator yang dia jebol," katanya.
Anto curiga dengan gerak-gerik pria tersebut sehingga terus mengawasinya. Anto berniat menyuruh pria itu turun. "Tapi belum sempat ngomong, dia berdiri dan langsung loncat ke bawah. Kejadiannya cepat sekali," ujar Anto.
Polisi masih belum mengetahui motif korban menyudahi hidupnya dengan cara bunuh diri. Polisi dari Polresta Bandung Barat hanya mendapatkan dompet korban berisi surat-surat identitas korban. Jasad korban lalu dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin.
"Kami masih menyelidiki motif korban. Yang pasti, korban naik ke atas melalui foodcourt dan kemudian menjebol ventilator," ujar Kanitreskrim Polsekta Andir Iptu Douglas Mahendrajaya. (A-128/das)*** (Pikiran Rakyat, Senin, 26 Oktober 2009)




Kita gak pernah tau alesan kenapa seseorang bunuh diri. Kita cuma bisa nebak-nebak aja. "Sebelum bunuh diri, dia kayak yang ngelamun gitu. Dia juga sempet cerita kalo di baru aja diputusin pacarnya," jadi kesimpulannya adalah dia bunuh diri karna stres abis diputusin. Padahal belum tentu juga, kan?

Kita sering liat di berita tivi atau koran tentang orang yang mau bunuh diri dengan cara manjat tower. Orang-orang berkerumun di bawah tower nyuruh-nyuruh orang itu turun. Aparat kepolisian dipanggil juga. Apa pernah ada yang bener-bener loncat dari tower? Tetooot! Gak ada. Mereka semua akhirnya turun setelah dirayu-rayu polisi atau diiming-imingi uang sumbangan dari orang-orang yang nonton aksi nekat dia.

Menurut aku pribadi, orang yang kayak gitu sebenernya gak bener-bener pengen mati. Tapi bukan berarti gak pengen juga. Mungkin ada sebagian dari mereka yang manjat-manjat tower cuma biar dapet duit dari yang nonton. Tapi bisa jadi juga sebagian lagi memang pengen mati, sekaligus pengen dicegah. Aksi mencari perhatian kayak gitu emang cuma biar ada orang yang nyuruh dia berhenti nyiksa dirinya. Ada sebagian orang yang ngerasa insecure sampe mereka ngelakuin kayak gitu.

Orang yang emang bener-bener pengen mati pasti milih cara sedemikian rupa biar orang lain gak ikut campur. Orang yang udah bulat keputusannya gak akan manjat-manjat tower. Kayak orang yang diceritain dalem artikel ini, walaupun dia bunuh diri di tempat rame, dia gak cari perhatian. Dia ngerusak ventilator, berdiri, terus loncat, dan tamat. Gak banyak ini-itu.

Kalo aku boleh berpendapat, menurut aku cara bunuh diri paling ampuh itu adalah masuk kamar, tutup pintu, kunci dari dalem, minum obat tidur, terus tunggu aja sambil tiduran di atas kasur.

Tapi, bunuh diri itu dosa.

Syukurilah hidupmu.

Post a Comment

Comments are welcome :)